PENDAHULUAN
Aceh membangun kembali setelah mengalami kerusakan besar akibat tsunami pada 26 Desember 2004. Keberhasilan perundingan damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki pada 15 Agustus 2005 yang telah menghentikan situasi perang di wilayah tersebut juga menjadi faktor pendorong ke arah peningkatan usaha pembangunan kembali Aceh dengan lebih meyakinkan.
Untuk tujuan ini, Aceh memerlukan penghimpunan tenaga kepakaran yang besar, melibatkan tokoh-tokoh pemimpin lokal di Aceh, para ilmuwan, konsultan, NGO dan sebagainya.
Agenda membangunkan Aceh perlu dirancang dengan teliti dan sistematis, melibatkan pelbagai pihak yang mempunyai kepakaran masing-masing. Kelompok-kelompok pemikir dan penyusun strategi perlu dibentuk untuk memberikan pandangan, idea, nasehat kepakaran dan membentuk bank data yang relevan.
Forum Pelajar Aceh Malaysia (MASA - Malaysia Aceh Student Association), bekerjasama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) ingin menyumbangkan tenaga bagi merealisasikan hasrat pembangunan Aceh ini.
PENDEKATAN MASALAHSetelah 5 tahun musibah tsunami, Aceh perlu melakukan refleksi terhadap pergeseran fenomena sosial, stagnasi pembangunan dan investor asing ke Aceh. Sejarah mencatat bahwa Aceh merupakan kawasan modal bagi pertumbuhan dan sentuhan nilai global dengan nilai tradisional, di saat Islam tersebar di Nusantara. Oleh itu perlu dilakukan berbagai kajian sehingga masalah tersebut dapat bermanfaat dalam menata perubahan yang dialami di Aceh.
Mahasiswa Aceh di Malaysia merasa perlu melakukan suatu kegiatan yang dapat membantu pembangunan Aceh ke depan. Untuk merealisasikan hal tersebut, mahasiswa Aceh terpanggil untuk membuat Persidangan Antarabangsa Pembangunan Aceh tahun 2009 dengan melibatkan pelbagai pihak yang mempunyai kepakaran di bidang masing-masing.
OBJEKTIF
- Mempertemukan berbagai pihak yang tertarik untuk melakukan penyelidikan dan kajian tentang perubahan di kawasan terkena musibah tsunami khususnya Aceh.
- Memberikan sarana untuk mempresentasikan hasil kajian dan penyelidikan yang pada saatnya akan disampaikan kepada pihak pemerintahan Aceh.
- Menjadikan forum silaturahmi bagi pemikir pemikir untuk bertukar pengalaman dan mencadangkan kegiatan kegiatan bermanfaat di masa yang akan datang.
RUANG LINGKUP DAN TOPIKSemua pihak dapat memberikan bantuan dan sumbangan menurut kepakaran masing-masing. Hasil kajian masyarakat akademik tentang Aceh di Malaysia perlu dikumpul dan diterbitkan.
Beberapa bidang kepakaran yang akan dikaji antara lain berkaitan dengan:
1) Konsep Pembangunan Berlandaskan Ajaran Islam
2) Perancangan Bandar dan Kampung
3) Pembangunan Pendidikan, Budaya dan Adat
4) Perancangan Sistem Pengangkutan dan Fasilitas Umum
5.Perancangan Sistem Perumahan, Perkantoran dan Pelayanan Masyarakat
6.Pembangunan Sistem Pelayanan, Birokrasi dan Hubungan Internasional
7.Pembangunan Infrastruktur, Telekomunikasi dan Teknologi Termaju
8.Bidang Pertanian dan Teknologi Makanan
9.Bidang Penternakan, Kesihatan Haiwan dan Perubatan Veteriner
10.Bidang Perikanan, Kelautan dan Pesisir
11.Bidang Pelancongan (Wisata) dan Promosi Daerah
12.Bidang Teknologi Maklumat dan Komputerisasi
13.Bidang Teknik, Kajian Alam Sekitar, Industri dan Otomotif
14.Bidang Kewirausahaan, Ekonomi dan Perbankan
15.Bidang Wanita, Keluarga dan Anak
16.Bidang Kesihatan, Farmasi dan Psikologi.
PANDUAN PENULISAN, ABSTRAK DAN POSTER- MS Word Format (English, Bahasa Indonesia & Melayu)
- Huruf Arial size 11
- Abstrak paling banyak 300 kata
- Full paper 6-10 halaman
- Spasi 1 (format penulisan terlampir)
- Poster size A1 format (60cmx80cm).
Penerbitan akan dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan oleh Penerbit UPM
Batas Waktu:
Abstrak:
15 November 2009 1 Februari 2010
Full Paper:
1 Desember 2009 1 Maret 2010
Paper dapat dikirimkan ke alamat e-mail:
acehsijahtra@gmail.comadic4upm@gmail.com